tentang cinta kasih antara dua manusia

Sesungguh cinta kasih yang terjalin antara dua manusia yang berlawan jenis kelamin, ia —cinta kasih— tak pernah abadi. Dan tak akan pernah abadi. Ia bisa dipastikan suatu saat yang entah kapan itu nanti mati. Bisa jadi dengan luka. Bisa jadi tanpa luka.

Ia bisa mati dengan sendirinya. Lupa menjalankan ritual fotosintesa. Atau mengalami kegagalan dalam bermetamorfosa.

Ia bisa juga mati lantaran dipaksa oleh sang maha. Diberhentikan dari masa jabatannya. Atau sengaja diasingkan di atas senja.

Lalu jika cinta kasih itu telah mati, maka dua manusia ini tak akan lagi berada dalam satu lintasan yang sama diameternya. Bisa jadi salah satu dari mereka tetap diam di lintasan, sedangkan yang satunya beralih ke lintasan yang diameternya lebih kecil atau lebih besar. Atau bisa jadi salah satu dari mereka beralih ke lintasan yang diameternya lebih kecil, sedangkan yang satunya beralih ke lintasan yang diameternya lebih besar. Atau bisa jadi keduanya sama-sama beralih ke lintasan yang diameternya lebih kecil atau yang lebih besar namun dalam ruang dan waktu yang jalannya tak bersamaan. Sehingga keduanya tak lagi bertemu. Tak lagi berdampingan. Tak lagi berhadapan. Tak lagi bersinggungan.

Maka jadi jika kemungkinan-kemungkinan kematian cinta kasih itu menyembul ke permukaan dan melenyapkan lintasan, janganlah kau berlama-lama menyesali kematiannya. Menyesallah sebab kau telah mengagung-agungkannya melebihi segala.

Maka jadi larunglah sedihmu dan lalu kemasi barang-barangmu. Pergilah kemanapun kau mau. Dan jangan lupa pasang senyummu. Dan ada satu hal yang aku pesankan: Pikirkanlah benar-benar, sebelum memutuskan kembali bergelut dengan lintasan.

5 comments
  1. bi said:

    yang mati manusia yang ber-cinta kasih atau cina kasih itu sendiri?

    • yang dimaksud di sini si cinta kasih itu sendiri.. ia bisa mati pun bertumbuh berkembang kembali..

      • bi said:

        jelas nggak setuju! yang mematikan dan menghidupkan cinta kasih antarmanusia ya manusia itu sendiri.

  2. tidak selalu! cinta kasih bisa layu dan menuju pada kematian sebab lupa disiram air atau vitamin.. bisa juga sebab terkikis oleh waktu.. ya kan?

  3. cinta-kasih yang termaktub diatas berperan sebagai obyek atau subyek??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: