implan g-spot ala dokter berbayar

Kemarin — hampir tengah malam — saya dengan tanpa sengaja menyaksikan sebuah program di salah satu stasiun televisi swasta yang tengah mengulas adanya temuan baru dalam bidang kedokteran, yang sebenarnya sudah tak asing lagi, yakni terkait implan — ehem — implan g-spot. Dengan gamblang sang dokter berbayar itu menjelaskan segala hal mengenai implan, g-spot, dan implan g-spot itu sendiri. Lalu, seperti halnya dokter-dokter berbayar yang lain, ia berbicara seolah-olah paling tahu tentang g-spot.

Ia — sang dokter — mengatakan bahwa dengan meletak implan g-spot di dalam vagina, maka para perempuan akan lebih mudah mencapai kenikmatan dalam persetubuhan (seks, begitu orang biasa menamainya).

Sang dokter adalah berjenis kelamin laki-laki. Kenapa ia bisa — dengan yakin — meyakinkan pemirsa bahwa implan g-spot adalah sedemikian rupa luar bisa dalam membantu pencapaian kenikmatan persetubuhan? Apakah ia pernah meletak implan g-spot di dalam dirinya, sedang ia sendiri tak memiliki vagina? Lalu kenapa ia bisa menjamin sedemikian rupa? Oh la la! Begitulah para dokter berbayar. Mereka bukan lagi mengemban tanggung jawab sebagai seorang dokter, menyembuhkan pasiennya hingga benar-benar sembuh. Melainkan hanya menjual produk demi uang. Tak lebih. Lalu jika kemudian ada seorang pasien yang merasa mengalami kegagalan dalam persetubuhan dan lalu mecoba meletak implan g-spot dalam vaginanya, apakah kemudian sang dokter akan bertanggung jawab pada efek samping yang akan ditimbulkan? Misal saja implan pecah dan kemudian cairannya yang sudah tentu zat kimia berbahaya itu mengucur membasahi dinding vagina? Apakah sang dokter akan bertanggung jawab? Saya bisa tebak, pasti tidak. Mereka para dokter berbayar tak lagi peduli akan kemanusiaan.

_____________
G-spot itu sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan area paling sensitif dalam vagina, yang jika tersentuh maka akan didapati kenikmatan yang tiada tara. Katanya sih ia terletak di sekitar satu hingga tiga inci pada bagian atas dinding vagina. Dinamai G, sebab diambil dari nama seorang ahli kebidanan asal Jerman: Ernst Graefenberg. Graefenberg-spot. Maka jadilah G-spot.
_____________

Advertisements
2 comments
  1. khemil said:

    kalau implan g spot tersebut, bisa mengurangi perselingkuhan. dllnya… why not?

  2. Ehem. Maaf. Saya tidak sependapat dengan Anda.
    Yang menjadi keyakinan saya adalah bahwa tak perlu repot-repot untuk mencapai orgasme. Tak perlu operasi ini itu atau mengkonsumsi obat-obatan ini itu. Sebab pada dasarnya yang menjadi kunci untuk mencapai kenikmatan persetubuhan bagi pasangan adalah satu, yakni keikhlasan. Ikhlas menyetubuhi dan ikhlas disetubuhi. Itu saja.
    Kalau salah satu dari pasangan tidak ikhlas melakoni persetubuhan, maka sampai dunia kiamat pun tak akan mendapati kenikmatan tersebut. Dan itu bisa menjadi beban kalau tidak dibicarakan. Maka jadi ikhlaslah menyetubuhi dan disetubuhi. Sebab kelamin adalah pada dasarnya hanya sekedar alat. Alat untuk mencapai orgasme. Tak lebih. Dan orgasme pun bisa diraih tanpa harus ada penetrasi. Apa pasal? Sebab kenikmatan sebenarnya terletak pada fikiran atau imaji Anda. Itu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: