Jogja: ada Tanya, ada Cerita, ada Memanusiakan Manusia

Di suatu siang yang agak gerah (sebab Aircon di Cinnamon Bistro tengah lupa bernafas), maka mencuatlah dua insan yang berbeda kelamin menuju tempat motor berplat AB berada.

insan berkelamin jantan: Niki, Pak! (seraya mengulurkan selembar uang pada Pak Parkir)
Pak Parkir: Kula dalke riyin, Mas!
insan berkelamin jantan: Jalan Kaliurang niku pundi nggih Pak? (dengan menonjolkan tampang ketidaktahuannya yang suram, sebab wajahnya gelap penuh keringat)
Pak Parkir: Niki ke utara, mentok, belok kiri, prapatan ringroad, kanan, Mas! (menjelaskan dengan kejujuran dan kesungguhan sepenuh lenguh — aih!)
insan berkelamin jantan: O, nggih. Maturnuwun, Pak! (kali ini senyumnya nggak nguwati)
Pak Parkir: Nggih, sami-sami, Mas!
insan berkelamin betina: (balik badan, menahan sesuatu yang hampir meledak)
——– dan lalu selepas kepergian Pak Parkir ke seberang jalan ——–
insan berkelamin betina: Kamu ini jan, pasti ada aja, haha..
insan berkelamin jantan: Itu namanya memanusiakan manusia, Sayang!

Maka jadi motor berplat AB melaju ke selatan, entah dengan atau tanpa sepengetahuan Pak Parkir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: