Nyamuk.

Hey, Nyamuk!
Kamu sialan!
Sudah banyak kali kuperingatkan,
jangan hisap darahku lagi!
Kenapa masih saja ngeyel, ha?!

Iya, iya, aku tahu.
Kamu butuh nutrisi berupa protein untuk janinmu.
Tapi kenapa harus berupa darah?
Kenapa kau tak makan daging sapi, telur, atau mungkin ikan saja?
Nggak doyan protein hewani?
Kalau begitu, coba aja protein nabati.
Tuh di dapur ada tempe, kacang-kacangan dan alpukat.
Aku kurang baik apa geh sama kamu, Nyamuk?!
Sialan!

Apa?!
Kau bilang aku pelit?!
Hey, Nyamuk!
Pasang telingamu!
Aku kan sudah banyak kali bilang, sampe teriak-teriak, sampe suaraku jadi serak-serak,
bahwa aku nggak tahan sama tusukan probiosismu itu!
Belum lagi air liurmu yang mengandung antikoagulan!
Tubuhku jadi bentol-bentol.
Dan gatal.
Dan aku punya reflek garuk yang mengerikan.
Apa kau masih kurang paham juga, ha?!

Baiklah.
Kita sama-sama egois.
Jadi, aku ambil solusi tengah saja.
Mulai besok, kamarku akan penuh dengan Lavender, Geranium, Zodia dan Rosemary.
Sila datang kalau kau masih punya nyali, Nyamuk Keras Kepala!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: