Cubit saya!

Lekaslah, cubit saya!
Saya tengah tak percaya, apakah ini iya atau tidak, atau iya, atau tidak.
Seperti berada dalam ruas yang terletak diantara synchronie dan diachronie.
Menegang dan mengendur.
Menegang dan mengendur.
Menegang dan mengendur.
Seperti blu-blu yang tak bermakna itu.
Seperti padanan doch dalam bahasa indonesia: rancu.
Oh, Professor!

1 comment
  1. catastrovaprima said:

    eaaahhh.. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: