Ruang

Koridor selebar lima langkah lelaki dewasa itu memisahkan dua dinding kaca yang berbingkai kayu mahoni. Dan ruangan yang beruas-ruas itu kosong. Tak ada angin. Tak ada suara.

Mungkin Pak Lyotard, sang pemilik ruang itu, sudah mati. Mungkin juga laba-laba berkaki lima, kecoak berjari sembilan, dan lalat bermata cokelat itu ikut mati.

Juga kursi peninggalan Pak Ferdinand, paman dari Pak Lyotard, sudah lapuk. Lapuk dimakan usia dan udara. Udara yang memisahkan dua ruang. Ruang milik Pak Lyotard: Ruang Deismus dan Ruang Theismus. Ruang yang terlahir kembar siam, namun kemudian mengalami segmentasi. Segmentierung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: