Mengulang: SEBELAS

Baik, sekarang pukul setengah sebelas tepat. Satu setengah jam lagi berarti pukul dua belas. Dan hari, akan berubah. Bertambah satu. Jemuwah. Iya, jemuwah. Hari yang mana sekiranya sakral. Terlebih, tanggal yang menunjukkan sebelas. Bulan yang menitik pada angka sebelas. Juga tahun yang melirik pada akhiran sebelas.

Sebelas. Itu selalu diperingati sebagai hari asu. Hari yang mana tercetus usai saya seolah suwung akibat mabok sama mantan pacar saya. Ahahahha. Naif sekali. Hari yang mana selalu saya rayakan dengan tiga kawan saya. Yang mana memang pada tanggal itu, kita selalu tertimpa sial. Sial yang asu. Asu sekali. Maka dari itu, kami selalu misuh asu pada tanggal itu. Ya, misuh asu. Misuh asu itu laiknya candu, candu pada ganja kelas satu. Asu. Mengasu-asukan asu. Kenapa? Karena kami asu. Ya, kami semua itu asu. Juga laki-laki dan banyak laki-laki itu. Semuanya sama. Sama-sama asu. Dan kami, kami juga asu. Asulah pokoknya.

Jadi, pada intinya, mari mengasu-asukan asu! Selamat menjelang hari asu!
Asu asu asu asu asu asu asu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: