puisiku, pagi-pagi

Aku memeluk tangismu
dalam basah pagi seusai hujan
dalam harum spora-spora actinomycetes yang menguap pelan
dan denting dentang lonceng gereja tua
yang berbincang
dengan dewa dan asura

Lalu daun-daun merah menguning yang berserakan
berputar-putar
dalam ketukan lamban yang semu
dan laju angin yang siyu
yang pincang

Ah, semata keunikan
samar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: