Kau

Bisa jadi kau membeku. Atau mungkin melebur. Atau malah menguap. Atau mengembun. Atau bahkan menyublim.
Ah, kau terlalu sulit. Rumit. Berbelit-belit.
Tiba-tiba kau menjadi cermin, lalu batu, dan kemudian menjadi hujan.
Pun aku tak tahu apakah kau sebenarnya jingga. Atau lila. Atau biru. Atau ungu. Atau mungkin abu-abu.
Ah, kau samar. Memar. Pudar. Namun begitu membakar.
Tiba-tiba kau tertawa hingga merobohkan segala, lalu terdiam dengan tanpa kata.
Ah, mungkin kau gila.
Ah, mungkin juga aku yang sakit jiwa.
Ah, entahlah. Aku tak tahu mengapa.
Pun aku tak tahu kau dan aku menjadi apa nantinya. Mungkin batu, mungkin debu, mungkin juga serpihan kayu.
Ah, kau mejikuhibiniu.
Ah, bukan. Kau ini asu. Kau dan aku sama-sama asu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: